Senin, 22 Oktober 2012

Nick Speaks at Texas Governor’s Prayer Breakfast



http://www.lifewithoutlimbs.org/wp-content/uploads/2012/06/nickvujicic_in_texas.jpg
Texas Governor Rick Perry invited Nick to speak at his state’s recent prayer breakfast. It was more than just a civic event. The governor and those in attendance truly were seeking God for His direction.
Nick took the opportunity to issue a most unexpected challenge to these leaders. “We certainly want to pray,” Nick said. “But our faith extends beyond that. We need to take action.” Nick then implored the crowd to knock on their neighbors’ door first. To share God’s love with those right in their own backyard. “We need to start with our neighborhoods — house to house.” Nick said this is how we can truly touch people. “The Gospel will grow from there, to our community, then from our communities to our cities, from our cities to our state, from our state to our country, from our country to the world.”
The governor was so moved he said he’d like to have Nick speak via simulcast to all the Texas schools. Please pray for this opportunity. Students are so incredibly inspired when Nick shares in a school setting. On this trip he spoke at three different campuses. He invited the students to a city-wide event held at a large local church in Austin. Over 150 students came forward to accept Christ.
One teenage girl was so touched she sought Nick out in the parking lot afterwards. She shared the most astonishing story. While on the surface she was an attractive, popular girl, underneath she was so depressed she was considering suicide. Yet after hearing Nick and the message of hope, she changed her mind. She said, “I’ve never told anyone this. But I was ready to give up. Not now.” Praise God! He turned this precious young woman from darkness to light.
Thanks be to God who is sovereignly opening doors for Nick and Life Without Limbs to impact the “movers and shakers” as well as those who feel hopelessly forgotten.

Nick Vujicic-Best Motivational Video


Rabu, 17 Oktober 2012

Foto-foto Sang motivator :)

 Nick Vujicic

Anthony Robbins

Mario Teguh

Trump

Murdoc


ŦƲHΔN tΐϑαƙ selalu memberi αþã ♈ǝлƍ kita minta.Tetapi percayalah Diα memberi Ɣªήğ tepat bagi kita. :)


Something More
Voc. Nick Vujicic

Sometimes I get so tired,
Just trying to find a place,
To lay my head,
I look up to the sky,
I feel the warmest light comfort me,
I've seen the great heights,
Reminding me... That I'm alive

I don't wanna die,
I don't wanna waste another day,
Or night,
I know there's something more,
Than what we're living for,
I see it in the stars,
I feel it on the shores,
I know there's something,
I know there's something more.

I think we're all afraid,
That we might be alone,
Alone down here,
We all want to have some faith,
At least that's true in my case,
To just believe,
I've seen the great height,
Reminding me... That I'm alive,

I don't wanna die,
I don't wanna waste another day,
Or night,
I know there's something more,
Than what we're living for,
I see it in the stars,
I feel it on the shore,
I know there's something,

This world may crumble,
Into the ocean,
It could all end tonight,
I undermined you,
Then tried to find you,
My only source of light,
There breathing... I am
Breathing... I am... ¡alive!
I know there's something more,

I don't wanna die,
I don't wanna waste another day or night,
I know there's something more,
Than what we're living for,
I see it in the stars,
I feel it on the shore,

I know there's something more,
I don't wanna die,
I don't wanna waste another day,
Or night,
I know there's something more,
Than what we're living for,
I see it in the stars,
And I feel it on the shore,

I know there's something more,
I don't wanna die,
I don't wanna waste another day,
Or night,
I know there's something more,
Than what we're living for,
I see it in the stars, I feel it on the shore,

I know there's something more,
I know there's something....

If You Don’t Get A Miracle... Become One

Selasa, 16 Oktober 2012

Where there's will, there's a way :)


The Thirsty Crow
One hot day, a thirsty crow flew all over the fields looking for water. For a long time, she could not find any. She felt very weak, almost giving up hope.
Suddenly, she saw a water jug below her. She flew straight down to see if there was any water inside. Yes, she could see some water inside the jug!
The crow tried to push her head into the jug. Sadly, she found that the neck of the jug was too narrow. Then she tried to push the jug down for the water to flow out. She found that the jug was too heavy.
The crow thought hard for a while. Then looking around her, she saw some pebbles. She suddenly had a good idea. She started picking up the pebbles one by one, dropping each into the jug. As more and more pebbles filled the jug, the water level kept rising. Soon it was high enough for the crow to drink. Her plan had worked!

Senin, 15 Oktober 2012

Berbagi biografi inspiratif yang menggambarkan tentang Maha Adilnya Tuhan bagi UmatNya simaklah sosok berikut ini. :)


Biografi Nick Vujicic - Bukti Tuhan Maha Adil
Biografi Nick Vujicic
Nick Vujicic lahir di sebuah rumah sakit di Kota Melbourne pada tanggal 4 Desember 1982. Orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Kondisi ini kontan membuat ayah Nick (seorang pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu Nick (seorang perawat) bertanya-tanya dalam hati, kesalahan besar apa yang telah mereka perbuat hingga putranya terlahir tanpa anggota-anggota tubuh
Tak jarang, mereka menyalahkan diri sendiri atas keadaan Nick. Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Ayah dan ibu Nick melihat putranya, biarpun cacat tubuh, tetap tumbuh kuat, sehat, dan ceria - sama seperti anak-anak lainnya. Dan, Nick kecil terlihat begitu tampan serta menggemaskan! Matanya pun sangat indah dan menawan. Maka, mereka mulai bisa menerima keadaan putranya, mensyukuri keberadaannya, dan segera mengajarinya untuk hidup mandiri. Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan. Kemudian, dengan tekun dan sabar, sejak usia 6 tahun, Nick belajar menggunakan jari-jari kakinya untuk menulis, mengambil barang, dan mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yang berharga itu sebagai "my chicken drumstick."
Agar bisa hidup lebih mandiri, kuat secara mental, dan bisa bergaul dengan luwes, ibu Nick memasukkan putranya ke sekolah biasa. Segera saja, Nick menyadari bahwa keadaannya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia juga mengalami berbagai penolakan, ejekan, dan gertakan dari teman-teman sekolahnya. Hal ini membuatnya merasa begitu sedih dan putus asa. Pada usia 8 tahun, Nick sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.
Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. Ia juga hidup dalam keluarga yang berkecukupan.
Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang. "Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!" demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.
Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi. Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."Mungkin sosok Nick bisa kita jadikan sebagai inspirasi, dengan keterbatasan diri mulai dari lahir banyak sekali kesuksesan dah hal yang bisa dia perbuat untuk pencerahan ribuan orang yang dia berikan motivasi. Tidak kah kita tergerak untuk melakukan lebih karena Tuhan menciptakan kita sebaik mungkin. Bila kita belum bisa memahami makna pemberian dan karunia dari Tuhan Sang Pencipta Alam, mungkin kita akan berprasangka buruk pada-Nya, kenapa kok ada yang terlahirkedunia tidak sempurna selayaknya manusia lain, apakah Tuhan tidak adil. Bila kita beriman pada-Nya kita tetap akan mengakatakan Tuhan Maha Adil, Zat yang paling adil.Semua hal apapun tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan dan kehendak Tuhan. Tuhan Maha Mengerti apa yang terbaik bagi umatnya, oleh karena itu apa yang kita miliki apapun kondisinya itulah yang terbaik bagi kita saat ini.

Hiduplah untuk bertindak :)



Mario Teguh`
Sebagian besar sukses - kita temukan dalam langkah yang tadinya kita kira salah.
Maka janganlah terlalu yakin dengan rencana Anda, dan janganlah terlalu berkecil hati dengan kegagalan Anda.
Jalani saja kehidupan ini dengan ikhlas dan sabar.
Inginkanlah yang besar dan jagalah kesungguhan Anda lebih besar lagi.
Tidak ada daya tarik pada pribadi yang keinginannya kecil.
Wanita tidak tertarik kepada laki-laki berkeinginan kecil, dan laki-laki tak suka mengambil orang dengan keinginan kecil sebagai pemimpin.
Marilah kita menjalani kehidupan ini dengan lebih berani.
Marilah kita lebih sibuk bertindak, daripada sibuk mengkhawatirkan kegagalan.
Janganlah hidup untuk menunda.
Hiduplah untuk bertindak.